SECANGKIR KOPI


Rubrik ini merupakan catatan-catatan kecil yang terserak dalam kompilasi kehidupan kang Wawan, kejadian-kejadian tersebut sarat akan makna dan hikmah yang bermanfaat untuk memperteguh keimanan kita. Sebagian tulisan yang dimuat, dinukil dari pengalaman-pengalaman beberapa ikhwan seperjuangan maupun kader-kader sepuh.  

TASBIH KAYU STIGI
Beberapa waktu yang lalu, ketika mengantar santri-santri yang akan baiat saya sempatkan waktu untuk mampir ke koperasi Amanah yang merupakan koperasi pondok An Nur. Siang itu, penjaga sekaligus yang melayani setiap pembeli adalah kang Harun sendiri. Sebuah kehormatan, saya dilayani sendiri oleh salah seorang staf di DPP.
Alhamdulillah, koperasi tampak semakin maju. Selain koleksi nya bertambah banyak julahnya, juga semakin variatif. Hal ini tentu menjasi sesuatu yang menggembirakan, karena setiap siswa yang mengikuti baiatpasti menginginkan sebuah cindera mata sebagai kenangan-kenangan yang akan dibawanya pulang. Pandangan saya tertuju pada sebuah tasbih kayu yang terpampang diatas etalase, dibungkus plastik. Kebetulan hari ini saya tidak membawa tasbih dan tasbih dirumah beberapa hari yang lalu dibawa seorang teman. Berdzikir memang tidak harus dengan menggunakan tasbih, tetapi juga tidak dilarang menggunakan tasbih. Memang kakau terbiasa menggunakan tasbih, rasanya kurang puas kalau tidak mengggunakan. 
Saya ambil tasbih kayu itu, sembari bertanya kepada kang Harun, "dari mana kang?'" Mas Gus Tuban dan Mbah Gunung" jawab kang Harun, Kayu apa ini ?'" pertanyaan saya lanjutkan. "kayu stigi mas" kayu stigi adalah jenis kayu langka yang hanya bisa didapatkan diatas pantai didalam gua-gua atau tepi jurang-jurang terjal yang sangat sulit untuk mendapatkannya.kayu stigi memiliki khasiat mampu menyerap racun atau bisa dari binatang berbisa, ular, kalajengking atau yang lain. Entah apa kandungan yang terdapat didalamnya, selain itu kayu stigi juga dipercaya memiliki arua yang bagus bagi yang suka melakoni hal-hal spiritual. Sehingga untuk mendapatkannya pun sangat sulit, sehingga banyak kayu stigi imitasi, atau aspal.
Namun, saya tidak begitu memperdulikan hal itu, apakah tasbih ini terbuat dari kayu stigi atau bukan, yang terpenting adalah saya bisa mendapatkan tasbih untk berdzikir.
Beberapa bulan kenudian........
Secara kebetulan, pada waktu sedang menjalani terapi gurah, saya ngoborl kesana kemari dengan sang terapist. Kebetulan belaiu juga memiliki pandangan yang sama dengan saya dalam banyak hal. Sampai obrolan kami membicarakan topik tentang kayu stigi. Beliau mengatakan, "' kayu stigi yang asli itu mas, walaupun serpihan sangat kecil kalau dimasukkan ke air pasti akan tenggelam. tidak akan mengapung.'"
Saya teringat tasbih yang beberapa waktu saya beli di koperasi Amanah, lantas ketika pulang sengaja saya iris salah satu butiran dari tasbih tersebut. Serpihan kecil tersebut lantas saya bawa kekola kamar mandi, dengan harap-harap cemas bismillah, saya masukkan serpihan tersebut. Subhanalloh, serpihan tersebut langsung meluncur dengan cepat kedasar kolam bak mandi... Saya masih ragu, lalu saya uji cobakan dengan kayu-kayu yang lain.. ternyata semua mengapung. Koperasi Amanah yang amanah, Barokallohu fikum
Kuliah  di warung Kopi
Peristiwa ini terjadi sekitar 3 bulan yang lalu, berawal dari ketidak-sengajaan (mungkin keterbatasan nalar kita menyebutnya demikian), tapi saya sangat haqqul yaqin bahwa tidak ada peristiwa apapun, sekecil apapun (bahkan dalam persepsi Al Qur,an dikatakan; tidak sehelai daun yang jatuh melainkan atas ketentuan Allah ; Al An' am : 59) yang terjadi secara kebetulan.
Jum,at itu saya melaksanakan tugas dakwah, mengantarkan sekitar 17 orang siswa IPS BI cabang Pacitan untuk baiatul Aqobah ke pesantren An Nur. Terik yang panas siang itu mengantar saya untuk kongkow-kongkow di warung samping pondok. Kebetulan saat itu, semua kursi yang tersedia sudah terisi oleh para kader-kader yang juga mengantarkan santri - santrinya untuk bai'at ke pondok. 
Setelah memesan teh - es, saya duduk diluar, tak lama muncul "si embak' yang mengantarkan pesanan saya. bismillah, segarnya es-teh- manis, telah mengusir kehausan yang melanda tenggorokan siang itu,,,
"Asslamu alaikum", terdengar salam lembut dari belakang, sambil menoleh ku jawab salamnya, seorang tua, berwajah bersih, mengenakan setelan putih, berkopyah putih, mengulurkan tangannya. Ragu-ragu sambil mengingat-ingat kusambut salam dari orang itu, senyumnya yang khas dan face nya yang teduh memaksaku untuk memeras ingatanku, tentang orang ini...
"Mohon maaf, boleh ikut duduk mas",, kupersilahkan dia sambil terus mengerenyitkan dahi, mengingat-ingat siapa simbah sepuh ini. Wajahnya bukan wajah  tidak  asing sepertinya bagiku, beberapa kali aku pernah melihat simbah ini di pondok dalam acara Musyawarah Tahunan, Haul, maupun acara - acara organisasi yang lain.. alam bawah sadarku sudah langsung mendefinisikan, bahwa simbah ini adalah kader senior.. "Mohon maaf, saya kok lupa nggih, padahal sudah sering bermusyahadah"..basa basiku sambil memancing pembicaraan. "mbah hayat" begitu simbah ini memprkenelkan diri,,"ohh",, jadi asmane simbah ini adalah mbah hayat, tapi aku belum puas,, pasti ada nama lain yang lebih familier bagiku,, "mbah Kyai Muhayat?" alam bawah sadarku menuntun kesadaran lisanku untuk bertanya. " Bukan Kyai Gus, tapi cuma Muhayat",, sanggahnya tawadlu.
Aku mengenal nama itu dari sahabatku, Gus Adziq, putro mantu Kyai Jamhari beberapa waktu yang lalu, pada waktu menceritakan "keterlibatan" simbah Hayat dalam majlis Al Khidmah, majlis yang digawangi oleh alm. Hadratus Syaikh Imam Ahmad Asrori Al-Ishaqi, r.a.
"Berapa gus santrinya yang dibawa hari ini," tanya beliau sambil menyeruput unjukannya. " Wawan yayi, sanes Agus," jawabku sambil tersenyum. Beliau tertawa sambil menepuk punggungku,  " hari ini saya mengantarkan cuma 17 yayi," lanjutku. "Alhamdulillah, saya bangga dengan anak-anak muda yang punya semangat memajukan jamaah ini, saya teringat kepada pesen alm. Kyai Jamhari dulu waktu di Baleboto, bahwa untuk kemajuan BI tergantung pada doa orang-orang tua dan semangat anak-anak muda.
Lantas kami terlbat dalam obrolan ringan, saling bertukar persepsi tentang pengembangan organisasi di cabang kami masing-masing. Sampai pada ungkapanku,, "yang tidak dimiliki oleh anak muda, adalah kemustajaban doa yayi,,"
"hahaha,, belia tertawa lepas, memangnya siapa yang bisa membuat doa menjadi mustajab dan tidak?'' 
pertanyaan sekaligus jawaban itu membuatku terdiam,,sangat dalam sekali makna yang terdapat dari ungkapan sederhana ini. Bagaimana relevansi dan kontekstualisasinya dengan kita,? ini yang mungkin akan point of view dari pembicaraanku dengan Kyai Muhayyat,  sahabat karib dari alm. Kyai Iskandar Panggul mahaguru Budi Suci.
" Pripun Kyai?" pertanyaan yang kulontarkan sengaja abstrak,agar beliau lebih banyak mengupas topik pembicaraan kami, Begini gus.. Setiap doa pasti akan dikabulkan Allah, cuma bedanya cepat - tidaknya, sesuai dengan permintaan kita atau tidak,,disitu peran Allah.. 
  Bersambung.......

TRAGEDI TRAFICK LIGHT
Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan undangan untuk sebuah acara di Asrama haji Pondok Gede. Bersama dengan beberapa teman kerja, saya berangkat, niat kami mau nyanggong diterminal untuk memesan tiket keberangkatan kami. 
Siang yang cukup terik membakar, memaksa kami untuk berjalan lebih cepat agar kami bisa segera sampai di terminal. sampai di  bang jo (abang-ijo), sebutan untuk trafick light, lampu lalu lintas-kami berhenti menunggu lampu pada ujung jalan berwarna merah, untuk menyeberang. lalu lintas yang begitu padat membuat kami harus berhati-hati, karena sedikit saja kami melanggar-nyawa menjadi taruhya.
Lampu diujung jalan, sudah berwarna merah. kami menyeberang, saya kebagian menyeberang paling belakang.
sampai di pertengahan jalan, dari arah kiri sebuah motor melaju dengan sangat cepat. saya tidak sempat melihat jenis motornya, pengendaranya, maupun yang lainnya,, karena saya sudah merasa dihempaskan kejalan. Tubuhku terhempas kejalan, saya tidak sempat melihat ketika orang - orang mengerubungiku. Saya terbangun, subhanalloh ,,, ketika ku teliti bagian demi bagian tubuhku tidak ada sedikitpun luka atapun goresan.
saya berjalan kepinggir jalan, masuk dalam kerumunan orang-orang,, subhanallah sepeda motor yang menabrak ku remuk bagian depannya,,,
.......................
Duduk di dalam bis, termenung memikirkan kejadian yang baru saja saya alami,, saya menemukan hikmah terselubung di dalam sanubari,,
1. Betapa Allah maha kuasa menjaga dan memelihara kita, ono beboyo ojo            tumomo sakinllahg kersaning Allah
2. Betapa ajal itu sangat dekat, lebih dekat dari urat leher kita.. kapanpun Allah menghendaki-

DUEL TIDAK SEIMBANG

Kejadian ini diriwayatkan oleh pelaku dan kadernya di wilayah timur cabang Pacitan......
Sepulang latihan rutin malam Ahad kang santri Mbeling (Mr) mengantar pulang seorang siswi IPS BI yang baru. Bersama 1orang temannya mereka menyusuri jalan-jalan kampung yang gelap. Sesampai di dekat sungai, tiba-tiba sebuah bayangan hitam meluncur dari atas tebing langsung mendaratkan sebuah tendangan tepat di leher kang Mr. 
dari balik rerimbunan pohon, sekitar 9 orang lainnya juga muncul, tanpa banyak ba..bi...bu, mereka menghajar kang mr dan seorang temannya, pukulan, tendangan, sikuan, lutut, bertubi-tubi mendarat di seluruh tubuh kang mr. Temannya kang mr berlari ketakutan,, dibuah pukulan telak menghantam perutnya hingga membuatnya tersungkur.
kang Mr juga tidak bisa banya berbuat apa-apa, walaupun sejatinya bisa melawan, tetapi karena jumlah yang tidak seimbang  kang mr hanya pasrah. sambil memejamkan mata, megeng nafas dan melafdhkan dzkir sirri, sekitar satu jam , para pelaku kelalahan... dan meninggalkan kang mr dan temannya. 
setelah para pelaku pergi kang mr memeriksa seluruh tubuhnya, pakaian, jaket dan celana jeans yang dikenakannya tak berwujud lagi terkoyak -koyak karena serangan para pelaku,, namun sekali lagi allah menunjukkan kuasanya tak satupun tubuh kang mr yang tergores....
..........................................
kejadian tersebut segera diselesaikan oleh kader kang mr,, ternyata hanya salah fahan dari perguruan tertentu yang terprofokasi karena isu yang tidak bertanggung jawab....

KEKUATAN NURANI 
 Beberapa wajtu yang lalu, sepulang dari kuliah, saya nge-tem di salah satu terminal di kota Solo untuk menunggu bus ke kota tercinta. Maklum 2 hari saya stand by di kota Solo karena agenda akademis yang menuntut untuk tidak pulang. Sambil menunggu keberangkatan bus Aneka Jaya langganan, saya sempatkan untuk ngopi di angkringan hek di depan terminal.
beberapa pengamen tampak sedang berkerumum sambil bernyayi-nyayi memetik gitar dan memukul tipungnya, maklum aktifitas harian teman-teman pengamen di kota solo ini terbilang cukup padat. Saya sendiri tidak pernah merasa terganggu, bahkan dibeberapa sisi saya merasa terhibur juga. 
Kerumunan teman-teman jalanan ini semakin banyak, dari beberapa sudut terminal pengamen lain bergabung, mengiramakan suara suara jalanan yang semakin lama semakin ramai dan semarak.
Salah satu pengamen yang baru datang dengan asesoris tatto dan rambur disemir serta anting-anting besar datang mendekati kearah saya dengan memandang tajam (jawa: mlilik), merasa tidak punya masalah apapun, saya enjoy untuk menghabiskan kopi hangat pesanan saya. 
Namun sang pengamen terus memandang tajam kearah saya, saya coba tersenyum, namun tidak ada reaksi. lantas sang pengamen pergi sambil terus  memandang tajam kearah saya. dalam hati, entah dari mana datangnya terbersit suatu piliran buruk, mas aku gak duwe salah karo sampeyan, sampeyan bakal diantemi konco-koncomu dewe yen terus mlilik nyang aku (mas saya tidak punya salah apapun kepada anda, anda akan di hajar teman-temanmu sendiri jika terus memandang saya seperti itu)  
Sambil seolah tidak menghiraukan pada si pengamen yang terus memandang dengan tidak suka kepada saya, saya bayar pesanan kopi sambil beranjak hendak pergi, namun belum sempat kakiku melangkah meninggalkan angkringan hek, terdengan suara ribut-ribut di kerumunan pengamen yang sedang menyanyi bersama, Allohu Akbar,, saudara pengamen yang tadi memandang dengan tatapan permusuhan kearah ku di hajar beramai-ramai oleh mitra-mitra kerja sesama pengamen yang lain, dipukul dan di tendang hingga terjungkal ketanah,,, lalu datang seorang pengamen yang lain sambil membawa pagar terminal di dipukulkan sekuat tenaga kearah kepala pengamen yang sudah terkapar ditanah,, dengan luka berdarah-darah dikepalanya, sang pengamen melarikan diri dengan iringan makian teman- temannya...

IJAZAH PEMBAKAR JIN
Kejadian ini dialami oleh pelatih senior di rayon kami, Roni. Seperti biasa malam itu jam 2 nan dini hari Roni pulang dari Sanggar Latihan sehabis memberikan materi-materi pelatihan kepada para siswa. malam itu Roni tidak membawa motornya, hanya berjalan kaki menyusuri jalanan gelap menuju rumahnya. Melewati gerumbul perdu dekat kali yang gelap, entah kenapa Roni yang biasanya pemberani ini, merasa agak berbeda. Bulu kuduknya berdiri semua, pepohonan perdu dan bambu yang lebat disekeliling kali seolah berubah menjadi raksasa hitam yang menari-nari, meliuk-liuk hendak menerkamnya.
Dalam kondisi demikian, secara reflek Roni melafadlkan ijazah ke 3 dari Kyai Jamhari............
Seketika itu juga, Roni mencium bau sesuatu yang hangus, baunya menyengat. Semakin lama, aroma benda terbakar hangus itu semakin tajam, dan keadaan menjadi normal kembali. 
Bau menyengat itu terus tercium sampai Roni memasuki pekarangan rumahnya, barulah aroma itu hilang....
Pengalaman kecil tersebut semakin memantapkan hati Roni mengkaji ijazah -ijazah dari Bunga Islam..



ALLAH,,, ARROZAQ

Dalam perjalanan pulang dari kuliah, duduk di kursi bis.............
Suara pengamen bersinergi dengan pedagang asongan yang menjajakan dagangannya, menyajikan irama kehidupan keras perkotaan yang khas, matahari hampir terbenam ketika bus yang kukendarai meninggalkan kota yang menjuluki dirinya the spirit of Java ini. 
Kurogoh saku celanaku, kulihat isi dompetku,, subhanallahil adzim,,, aku lupa bahwa isi dompetku sudah terkuras untuk berbagai kebutuhan di ma'had. Tinggal selembar uang lusuh berangka 5000 rupiah, padahal untuk sampai diterminal Pacitan minimal 25 ribu untuk mas kondektur, belum lagi perutku yang keroncongan. 
Aku memejamkan mata, tapi bukan tidur, memutar otak; apa yang harus kulakukan, menjaminkan samsung C3322ku, arloji, Toshiba 11 inc,,, berbagai ide gila bermunculan satu-persatu dengan sendirinya...membuatku tambah pusing.
akhirnya tinggal satu ide yang tersisa, setelah semuanya kurasa tidak mungkin bisa dilaksanakan,, ide itu adalah,, duh gusti pangeran kulo pasrahaken pejah gesang kulo dumateng panjengnagn,, ALLAH,,ALLAH,,ALLAH,,ALLAH,,
mendadak bis yang kunaiki berhenti, seorang penumpang naik, dan duduk di kursi sebelahku yang masih tersisa,,,basa basi sebentar, lalu kami terdiam dengan diri kami masing-masing. Entah berapa kami lisanku dan hatiq melafadhkan panyuwunan kepada Allah, sampai aku disadarkan ketika mas kondektur bus menepuk punggungku sambil menyodorkan tiket bus,,"ini yang paling aku tunggu" mulutku terdiam, aku  tidak bisa menjawab, apa yang harus kulakukan,, kukeluarkan dompetku,,
Namun mas disampingku yang baru naik tadi, mengeluarkan selembar uang berwarna merah sambil berkata "2 orang mas"
Allahu Ghoniyyu,,,,,aku terkejut,,,,,
..................sesampainya diterminal kota Pacitan...............
Teman baru tadi menarik tanganku mengajak kearah kantin terminal, makan malam........
Selesai makan dia mengatakan hendak kekamar kecil, aku menunggunya untuk sekedar mengucapkan terima kasih dan bertukar nomor handphone, namun dia tidak juga muncul,,,,, bagaimanapun aku mencoba mencarinya,aku tidak pernah menemukan lagi pria yang mangaku habis pulang dari Aceh tersebut. Entah hilang kemana,,,,
Ataukah ini janji waman yattaqillaha yaj'allahu makhroja wa yarzuqhu min khaitsu la yakhtasib,,,walaupun sejatinya aku belum pantas mengatakan atau menganggap diriku bertaqwa...  


AKIBAT JAMPI-JAMPI

Salah satu siswa saya, Udin yang mengalami kejadian ini....
Sebagaimana siswa yang lain, udin mengikuti standar latihan di rayon kami yakni mengikuti latihan fisik dan pencak silat selama 6 bulan dan latihan pernafasan selama 6 bulan. Genap 1 tahun Udin kemudian di sahkan menjadi anggota IPS BI melalui baiat di Pondok An Nur.
Pada mulanya saya tidak melihat ada hal yang menonjol pada Udin, tetapi setelah mendapat pemberitahuan dari siswa-siswa yang lain, barulah saya melihat keanehan pada Udin....
yakni rambutnya, Tekstur rambut Udin adalah luruh dan kaku (jawa: nyrodok), berapapu panjangnya rambut Udin, tetapi tetap lurus dan kaku. Tidak pernah bisa rata dan tidur rambutnya,,, mirip orang kesetrum ,, komentar teman-teman lainnya.
Namun, kali ini rambut Udin lain, rambutnya rata dan bisa diatur. Suatu hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya.
Setelah mendapat keterangan dari ayahnya barulah saya tahu apa yang sebenarnya terjadi,,,
Sejak kecil Udin akrab dengan dukun, setiap kali sakit dan ada hal apapun udin selalu di jampi-jampi kan ke dukun (disuwuk). dari kecil rambut Udin tidak pernah bisa diatur, dan selalu berdiri. Kebiaaan di jampi jampikan itu berlangsung sampai dewasa. Namun setelah baiat, rambut udin berubah , tidak nyrodok lagi dan bisa diatur, mungkin menandai bahwa khadam - khadam yang dimasukkan oleh dukun yang menjampi-jampinya dari kecil rontok. Perilaku Udin pun berubah yang semula emosional berubah menjadi halus....
Wallohu a'lam  

PATAH TUMBUH HILANG BERGANTI
Beberapa waktu yang lalu, 2 orang anggota di rayon kami menyeberang haluan dengan bergabung dengan sebuah perguruan beladiri lain. Tidak itu saja, 2 orang anggota yang telah dibaiat tersebut bergabung dan masuk ke perguruan selat tersebut tanpa pamitan, dengan kader. Bahkan mereka berpindah disertai menjelek-jelekkan Bunga Islam.
Penguruspun sudah mencoba melakukan komunikasi dengan anggota tersebut bahkan mendatangi keluarganya. Namun upaya tersebut nihil, keduanya bersikeras keluar dari Bunga Islam. Hal yang bisa dilakukan oleh pengurus adalah berdoa bersama untuk kebaikan mereka. daripada hiruk pikuk dengan perguruan lain untuk dua orang anggota.
Namun, tampaknya mereka juga tidak konsisten dengan perguruan barunya, tidak sampai 1 tahun mereka kompak keluar dari perguruan tersebut, toh pun demikian mereka juga tidak kembali ke Bunga Islam, mungkin mereka terlanjur malu dengan ulah yang sudah dibuat........................................
Beberapa bulan kemudian...................................................
2 orang senior dan pelatih dari perguruan tersebut bergabung ke Bunga islam sebagai siswa baru,,, Allah mengganti barang yang buruk dengan barang yang baik...

1 komentar:

  1. Malam itu saya( santri mbelinx) bersama teman saya (anto cah bi) berniat mau sowan kepada salah satu sesepuh bi (mbah manijo) ,,tiba2 di tengah perjalanan tepat di tengah hutan jalan tanjakan yang cukup tinggi rante motor saya terputus ,,karena tidak membawa peralatan apaun membuat saya kesulitan untuk menyambung rante yang terputus,,hampir 2 jam saya mencoba tapi tidak ada hasilnya ,,kesabaran hampir habis ,tapi mau gimana lagi kami tidak tau,,,kemudian datang orang tak kami kenal menghampiri kami,dia bertanya,,,
    ginio mas???
    saya jawab,, rante kulo pedot pak!!
    orang itu tidak mebantu apapun dia Cuma bilang “COKOTEN ” sambil menyalakan rokok dan sifat tak peduli,
    tanpa pikir banyak saya langsung memegang kedua ujung rante kemudian saya gandengkan dan saya gigit ,,subhaallah ternyata rante bisa tersambung seperti semula ,,tapi anehnya tiba2 orang yang menyuruh saya tadi menghilang ,,motornya pun tidak bersuara tapi jg ikut hilang,,

    BalasHapus